Langsung ke konten utama

“Mintalah Akan Ku Beri. “ – Allah SWT


Today, 29 June 2016, one of the best day in my life.
Jadi hampir tiap bulan pasti download sesuatu tentang ustadz Yusuf Mansur. Tentu saja, dakwah beliau yang paling sering ditunggu. Hampir tiap dakwah, Ust. YM selalu kasih tau kalau jangan lupa minta sama Allah, minta apapun, minta yang besar, minta yang banyak sama Allah. Allah seneng kalau ummatnya minta, ummatnya bergantung pada-Nya. Semua di dunia ini, apapun itu. Orang tua kalian, nenek. Saudara, tante, om, siapapun dah semua milik-Nya. Maka mintalah hanya pada-Nya. Minta! Minta!!!!

Kurang lebih seperti itulah dakwah ust. YM setiap kali beliau ceramah. Beliau juga selalu ingetin ke kita kalau jangan lupa shodakoh dan shalawat nabi karena itu bakal bikin kita kaya kaya beliau hihihihi. 

3 tahun lalu. Tepatnya sewaktu MOS masuk SMK N 1 Samarinda. Aku duduknya paling belakang dan itu sendirian L. Hari itu Bu Tutik masuk untuk kasih materi. Dan aku masih ga begitu dapat banyak temen karena 2 hari ga ikut MOS gara2 sakit, hueee. Waktu itu, Bu Tutik sedikit cerita tentang salah satu murid berprestasi jurusan AP namanya Kak Gaby. Dalam hatiku, kok kaya kenal, ya. Usut punya usut ternyata Kak Gaby kakak kelas waktu SMP. Woahh? Serius tuhh? Nggak heran sih. She got a lot of knowledge, she’s beautiful, she’s kind person and of course she have a smart brain! Pokoknya sekretaris banget lahh! 

Manalagi setiap kali Bu Tutik masuk kelas, beliau selalu cerita tentang Kak Gaby yang kebetulan baru2 aja habis menang kejuaran LKS Bidang Secretary. Kak Gaby jago keuangan dan jago semuaa! Pokonya  Bu Tutik semangatin kita dengan cara memotivasi dengan Kak Gaby sebagai contoh.

Waktu kelas 10. Btw, saingan2 di kelas itu luar biasaaa dahhh!! Ada yang lancar bahasa inggris, yang jago ini jago itu. Jadilah aku berkaca pada diri sendiri. Aku punya apaaa???? Gapunya apaaa2, gapunya skill apa2L dan aku cuman got 3-6 place in my classss. Huuu, I never got 1th place.

Jadi waktu Bu Tutik yang suka banget ceritain tentang Kak Gaby yang super duper luar biasa itu dan Kak Mira yang juara 5 Secretary se-Indonesia mennnn!! Tiba-tiba terbesit dalam pikiran pengen kayak mereka dan aku berdoa dalam hati, “Ya Allah. Kira2 aku bisa nggak ya ikut LKS? Bisa gak yaa? Fisik aja jauh, dekil pendek gini mana bisa jadi sekretaris huhuuu, skill aja aku tak punye lahhL. Tapi Ya Allah bukan kah Kau selalu memberi apapun padaku??? Berilah sekali ini saja huhuuhuh.”

Habis berdoa seperti itu. Kan waktu sekolah aku lebih memilih naik angkot. Dan diangkot cekikikan sendiri karena habis doa macam itu. Ckckc ada2 saja. Mimpi dan Doa seorang anak Fatimah Resna yang tiap hari sekolah naik angkot ini. Hihihi, mimpimu terlalu tinggi untuk ukuran anak angkot xixixixi.

Dan… aku punya satu guru lagi yang super duper gokil dan I ‘m so glad to know her <3. Waktu kelas satu beliau rajin banget ngajarin anak2 AP ngetik 10 jari di lab lantai 3. Dan beliau motivate kita untuk belajar bahasa inggris. Awalnya sedih juga si, kelas 10 dulu. Aku sama sekali ga deket sama guru. Berharap banget bisa kaya temen2 yg lain yang dikenal guru gitu L. Yang sering ditanya dicariiin, dll. 

Seminggu punya waktu speed typing class sama Bu Efi itu sekali, hari kamis. Jadi setiap hari kamis beliau bakal liat perkembangan kita. Minggu2 awal ngetik sepuluh jari agak sedikit hampir menangis wkwkw, karena jari kelingking yang super duper kecil ini hihihihi. Suka masuk2 ke sela2 mesin ketik bahari hueeee. 

Jadi hampir tiap minggu, Bu Efi selalu aja tuh ngebanggain anak2 yang dikelas yang pada udah jago ngetik 10 jari. Beliau juga nyebutin nama2nya, sedangkan tak ada namaku saat itu L jadilah aku pulang dengan hati yang pedih. Aku kok belum punya skill apa2 sihhh, sampe ibunya belum mengakui. Di angkot aku doa lagi, “Ya Allah kenapa jari ini sangat kecil seperti tubuh ini yang tak kunjung tinggi. Bukankah lebih hebat jika tangan kecil ini bisa mengetik 10 jari. Bantulah Ya Allah, kali ini saja. Supaya Bu Efi kenal sama Dindaa, hueee.”

Wkwkwk, btw aku suka banget doa bercanda sama Allah hihihi. Di rumah hampir 2 minggu aku latihan tiap hari. Kadang menyisihkan waktu habis makan malam sekitar 1 jam kemudian tidur. Kadang dimana-mana. Di rumah, di sekolah jam istrirahat pasti aku gunakan untuk latihan ngetik 10 jari di laptop. Dan… membuahkan hasil!!!! 2 minggu setelah itu, perkembangan ngetik naik 100% and finally!! BU efi kenal aku, hehehehehe. 

Di kelas Bu Efi juga suka kasih tau kita kalau uang kita lebih baik di gunakan untuk Les bahasa inggris dari pada sana sini. Saat itu sangu sekolah cuman 20 ribu doang. Kadang ya naik, kadang nggak. Naik kalau emak lagi bahagia hahahaha. Naik angkot PP 6ribu sisanya 14rb beli makan di kantin. Dan habis itu uang aku habis dah, bhahahaha. Saat itu galau banget lah, aku coba ngomong ke Mama kalau aku mau Les bahasa inggris. Beliau setuju tapi terkendala biaya. Jadilah aku berpikir. Aku harus les, harus dapat skill. Bagaimana caranya? Akhirnya aku nekat les dan bayar pake uang sendiri.

Aku rela hampir 2 tahun jarang makan di kantin dan memilih bawa bekal, mungkin seminggu sekali doang makan di kantin. Dari kelas 1 – 2 aku les bahasa inggris dengan uang yang disisihkan dari uang saku. Dan Mama sama sekali nggak ada keluar uang. Les dari pulang sekolah jam 3 sampe jam setengah 5. Alhasil sampai rumah aku kadang jam 5 paling lambat jam 6. Dan itu naik angkot. 

Kadang ya sedih kadang ya nangis setiap malam sebelum tidur pasti doa ke Allah. Kadang mikir, temen2 aku enak banget si, mereka sekolah naik kendaraan, mereka punya uang banyak, mereka bisa les minta orang tua, mereka bisa ini bisa itu, makan di kantin dll. Kok aku cuman naik angkot, cuman sangu segini, itupun les dan sekolah naik angkot. Kadang ya sempat ngeluh, cuman saat sudah di posisi sekarang, u will now why my mom do it. 

Sedihnya mungkin banyak bhahahhaa. Dulu kadang suka nangis di rumah. Pulang sekolah naik angkot (((yu know lahh, angkot bengkuring itu susah banget))), dengan sabarnya dulu aku nunggu di halte hampir 2 jam lebihan. Aku gabisa kaya temen2ku yang pulang sekolah ke bioskop atau makan yang punya gadget super canggih. Sedangkan aku???

Untuk membantu perekonomian Mama dan membantu untuk bayar Lesku dan adik2ku. Akupun saat itu berjualan mihun yang dibuat julakku dan nugget singkong yang aku jual di kelas-kelas. Alhamdulillah dari hasil itu…. Aku sedikit bisa membantu Mama dan membantu bayar lesku dan adik2.

Tapi percayalah…. Susahmu hanya sebentar. Allah will give you everything that you want.
Saat itu waktu memulai class bahasa inggris. Aku doa ke Allah mudahkan aku supaya aku cepat belajar dengan singkat. Supaya uang sanguku kembali normal hehehehe. Dan Alhamdulillah aku cuman nyelesaikan sekitar 1 tahun sudah lumayan bisa. Meskipun grammar masih pada berantakan.

Alhamdulilllah tanggal 31 Mei 2015 setelah berdoa di dalam angkot waktu kelas satu. Bu Efi menunjuk aku untuk ikut LKS. Seriusss inii??? Seriuss?? Ternyata serius!! Awalnya aku sedikit tertekan. Karena dari tanggal 6-12an Juni itu lagi Ujian Semester Genap. Dan itu bertepatan aku LKS tanggal 15 Juni. Aku cuman punya waktu 2 minggu untuk latihan. Dan aku harus ikut Ujian Semester Genap. Itu super duper tertekan.

Kadang waktu itu mikir. KOk guru2 produktif pada milih aku ya. Bukannya teman2ku yang lain ada yang lebih baik? Bukankah sekretaris harus tinggi, cantik, profosional, jago English speak or write. Aku masih banyak kekurangan. Aku masih banyak yg harus dipelajari. Tapi aku tahu…. Saat itu… jam 4 sore saat aku doa di angkot waktu kelas 1. Ternyata Allah mendengarnya, SubhanAllah. Allah mendengarnya dan 2 tahun kemudian ia beri padaku. SubhanaAllah. Allah mendengar doaku saat aku pengen banget bisa ngetik 10 jari dan berbahasa inggris dengan keadaan ekonomi seperti ini. SubhanAlah…

Dari situ aku mulai sadar. Sesungguhnya Allah selalu mengabulkan doa’ku. Hanya aku saja yang tidak sadar akan itu dan berbalik menyalahkan. Astaghfirullah… nikmat manalagi yang ku dustakan? Semenjak itu, aku tidak pernah ragu lagi minta apapun pada-Nya. Aku minta agar aku tetap lanjut ke Tingkat Nasional dan menjadi pemenang. SubhanaAllah, Ia kabulkan juga. Nikmat manalagi yang bisa kudustakan?

Saat ini aku betul2 ngerasain. Kenapa Mama dulu ngotot agar aku naik angkot dan sangu 20 ribu. Beliau ingin aku merasakan apa itu pahitnya sekolah agar aku bisa bangkit. Beliau tidak pernah memberikan anaknya fasilitas yang dapat membuai anak-anaknya karena dengan itu kelak ia akan merasakan atas usahanya. Nanti, saat aku punya anak. Akan kuterapkan pola ajar yang diterapkan Mama. 

Sekarang segala sesuatu terasa lebih mudah… sangat amat mudah!

Berdoa pengen ke Malang secara FREE, dikabulin.
 
Berdoa pengen bawa kemenangan, dikabulin. (ntar fotonya nyusul ya :p)
Bertemu calon-calon sekretaris seluruh Indonesia!
Ini waktu lomba D-1 dari jam 8 - 5 sore.


I got a lot of everything. I got a lot of friend, I got a best friend who always understand me. I got a biutiful mom, a superbbb mom!! A handsome dad, and brothers who always supporting me.
Kemarin sepulang dari LKS Nasional langsung ujian masuk SBMPTN. Awalnya merasa sedih dan hampir putus asa karena nggak lulus SNMPTN. Aku tau sih, Allah marah karena dalam hati, aku terlalu percaya diri dengan nilai dan prestasiku kalau bakal diterima di PTN yang aku mau.  Tapi Allah sedikit menegur supaya aku ingat diri kalau sombong tiada artinya. Alhasil aku langsung nyoba keberuntungan di SBMPTN setelah sehari pulang dari Malang dan itu sama sekali nggak ada belajar. Allah kasih aku masuk di PTN dan Prodi yang aku mau. SubhanaAllah…. Siapa yang nyangka? Aku sama sekali nggak belajar…. Dan Allah kasih… Allah kabulkan lagi.

Allah beri lagi.. beri terus… SubhanAllah….
Tiada hari tanpa minta pada-Nya.

Dan hari ini benar-benar saat nulis tulisan ini. Benar-benar tersentuh…. Dibalik kekurangan kita…. Allah beri kita lebih lebih lebih lebih…. Dibalik tidak lulus SNMPTN… Allah beri SBMPTN plus plus embel-embelnya dahh.

Sedikit cerita tentang SBMPTN. Aku sengaja nggak buka jam 3. Aku sholat, habis itu aku suruh Fufah bukain. Sambil nunggu anak itu bukain sekitar 30 menit. Aku tanpa henti sholawat nabi sambil memandang tulisan nama Prodi yang aku pilih. Aku Yakiiiinnnnnnn, yakiiiinnn, super yakiiin. Ada keyakinan yang tumbuh di hati. Bahwa kali ini aku lulus, lulus, lulus karena aku tahu. Allah tidak akan membuatku kecewa. Sekalipun aku sedang sedih, ia beri yang lebih bahagia….
Alhamdulillah.


Dibalik kesabaranku nempuh sekolah 3 tahun…. Allah beri nilai yang luar biasa di UKK, UN, sampai LKS. Dengan nilai UAS MTK sangat amat memuaskan. Nikmat manalagi yang dapat ku dustakan???

Mari….

Mintalah pada-Nya…. Allah suka jika kita minta apapun pada-Nya. Mintalah sesuatu yang besar….. 

In every situation and condition no matter ur happy or sad. Just remember Allah, Allah, Allah…..
Untuk adik2ku yang sedang menempuh sekolah. Tanamkan saja pada diri kalian kesabaran dan usaha yang full kemudian serahkan pada-Nya.b Jangan terlalu hanyut dengan dunia dan gadget.  Jangan lupa berdoa dan tentu saja mendoakan orang lain. Semangat!! Semangat!!!
Mungkin untuk do’a selanjutnya. Aku minta calon suami mirip Lee Min Ho aja kali, yeee :p. 


“Doa itu seperti impian. Semakin banyak kamu meminta semakin banyak impianmu yang terwujud.” – Mama Dinda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibumu Ibumu dan Ibumu

It was when i am 12 years old. Maklum, beliau ga suka di foto hihihihihi Tidak ada yang lebih baik selain do’a ibumu. Percayalah bahwasanya apapun yang kamu inginkan selain meminta pada Allah, minta untuk didoakan dengan Ibumu. Sekarang aku benar-benar ngerasain apa itu do’a Ibu yang benar-benar woahhhhhh!!!!

Perempuan Kuat, Menguatkan dan Dikuatkan

Perempuan kuat seperti apa dalam versi kamu? Bagiku, perempuan kuat itu... Adalah perempuan.... Yang bisa melakukan apapun yang ia inginkan, mandiri, tidak bergantung kepada orang lain, mengembangkan diri dengan baik, dan yang terpenting tidak menjatuhkan wanita lainnya. Kenapa? karena era sekarang. Wanita bukannya saling support malah saling bully . Saling sindir-menyindir. Merasa tidak sadar berada dalam lingkaran iri dengki atas pencapaian orang lain. My personal prinsip dari dulu jangan sampai jadi pribadi yang iri dan menjadi dengki atas pencapaian orang lain, kalau sedang iri dengan orang lain. Cara terbaik adalah diam dan tetap support. Sekalipun, mungkin pencapaian kita merasa sebanding namun tak seberuntung dia. Yang sering kuingat setiap bertemu teman lama. Yang mereka bahas adalah pencapaian orang lain, namun lupa kalau bahasan mereka berbau "Menyindir dan Mem bully" . Contohnya? Si A baru saja kerja di bank, si B kerja di Pemerintahan. Kemudian ada ...

Indonesian Women : a higher education vs. marriage

How does it feel to be a woman who wants to pursue a higher education in Indonesia? Can be quite challenging for some. There will be quite many text messages or comments in social media asking “When will you get married?” or “why you never post or upload something about a guy?” (like seriously you ask about these stuff?!!) The pressure just come from all the directions, thus if you don’t explode, you are a really high quality woman. When I decided to continue master (and Abroad) some ‘friends’ told me. “Guys will be scared of you.” that’s the first stereotype. The second is, “If you will end up at the kitchen, why should you spend so much time to study?” -First point, I love to cook. But I will not spend my life just for cooking. I have this thing called ‘passion’ to learn. I can’t be categorized as smart, no! I am just very determined and passionate in getting what I want. I love to study here. The more I study, the more I realize that I still know very less. Th...