![]() |
| It was when i am 12 years old. Maklum, beliau ga suka di foto hihihihihi |
Tidak ada
yang lebih baik selain do’a ibumu. Percayalah bahwasanya apapun yang kamu
inginkan selain meminta pada Allah, minta untuk didoakan dengan Ibumu. Sekarang
aku benar-benar ngerasain apa itu do’a Ibu yang benar-benar woahhhhhh!!!!
Sedikit
cerita.
Hari –H.
Sewaktu aku ke Malang untuk mewakili provinsi di bidang secretary LKS SMK
tingkat Nasional kemarin. Aku yang sebelumnya belum pernah pisah orang tua
apalagi mama dan adik2ku. Dan ini for the first time too, Allah give me a
chance to make my family proud, Alhamdulillah.
Sewaktu di
rumah dan hari-hariku. Kami (aku dan mama) nggak begitu suka mengungkapkan
perasaan masing-masing. Paling ya gitu2 aja, nggak sampai peluk2 cium2 gitu. Tapi
pas aku tinggalin pergi ke Malang selama seminggu. Berasa banget gabisa pisah
beliau huu.
Jadi waktu
Hari – H. Ntah kenapa mata berairan selama diperjalanan menuju tempat lomba.
Kangen mama, padahal baru 2 hari pisah waktu itu.
Alhasil mata
berairan padahal sudah make upan.
Besoknya.
Hari terakhir lomba. Dan mata lomba yang paling menegangkan yaitu presentasi.
Sebelum pergi ke tempat lomba, aku sempatin untuk sms mama seperti biasa. Dan
tiba-tiba air mata menetes, padahal sudah biasa didoakan seperti ini tapi pagi2
dapat pesan dari beliau begini bikin air mata keluar. Mungkin karena jauh dan
gabisa cium tangan dan minta restu secara langsung kali ya.
Sebelum
lulus SMK sekarang, aku sempat berpikir untuk sekolah di luar kota. Tapi, aku
cuman pisah seminggu aja. Aku kangen berat sama beliau, huuuuu even kita nggak pernah mengungkapkan
perasaan satu sama lain kecuali lebaran.
Jadi waktu
presentasi. Aku benar-benar down karena dapat pertanyaan yang menjatuhkan dari
temen aku yang dari Prov. DKI Jakarta. But I know this is a competition. We
were like a friend right, Karina?
Selama
presentasi berlangsung, aku berusaha untuk nggak nangis karena sebenarnya lagi
down banget waktu itu. Pikiran bercampur aduk dari masalah ini masalah itu,
dari kangen mama, terus kemarin itu ngerjain mata lomba dari jam 8 – 17, sampai
dapat pertanyaan yang mengejutkan. Tapi lagi-lagi Allah memberikan
pertolongannya, aku sama sekali nggak nervous atau deg degan. Heran juga, waktu
LKS tingkat Kota aja aku deg degannya minta ampun. Lah ini LKS Tingkat Nasional
Broh, dan aku sama sekali nggak deg degan atau nervous. Sampai2 mukul2 dada,
kok nggak deg degan sihhh???
Tapi,
namanya hati sudah sangat perih sekali. Setelah keluar dari gedung, akhirnya
air mata ini menetes dan berakhir di pelukan Wiwidku (temen aku dari Jawa
Barat) kebetulan kita satu homestay. Bu Lis, Bu Tutik dan Wiwid mencoba
menenangkan dan pada akhirnya lega juga sudah menumpahkan semuanya.
![]() |
| Ini namanya Widia Rahmawati (you can search on facebook) abaikan muka aku disitu aneh banget wkwkwkw. ntahlah abaikan aja |
Sampai
homestay di telepon Mama. Dan akhirnya air mata kembali menetes hahahahaha.
Sumpah kangen banget waktu itu sama dia.
Mama bilang,
“Yang penting kamu sudah berikan yang terbaik. Namanya juga kompetisi, kalo
pertanyaannya gampang itu bukan kompetisi tapi wawancara. Serahkan sama Allah,
kan Allah yang punya semuanya. Allah yang punya kamu, yang punya jurinya, yang
punya kemenangan. Minta dong sama Allah sana.”
SubhanAllah
dah : )))))) berasa banget pertolongan dari do’a ibu itu manjur banget. Pake
bangettt laaaahhhh. Jadi hari jum’at, malam sebelum pengumuman juara. Aku
sengaja telepon beliau lagi, padahal aku tau di Samarinda sudah larut malam.
She said, “Juara berapapun, kalah ataupun menang, kamu pergi ke Malang aja mama
sudah bangga. Orang tua mana yang nggak bangga punya anak seperti Dinda. Yang
penting di dalam diri tuh yakin, yakin ada Allah. Siapatau tiba-tiba Allah
membalikkan keadaan kamu pulang bawa hasil, hahahahah. Nyaman ni lebaran ikam
kasih duit ke adingmu.”
“Tapi
kayaknya mustahil, Ma. Kemarin itu masih berasa terpukul habis dapat kritikan
kaya itu. “ (Masih gabisa muvon dari pertanyaan DKI Jakarta, LOL)
“Nah lok.
Ikam ni pesimis. Sudah lah mama handak guring. Dah, istirahat dah sampai
penginapan isuk pesawat pagi lok. Nanti besok mama telepon, assalamu’alaikum.”
Begitupun
percakapan terakhir kali dengan beliau sebelum pengumuman hasil lomba. Wkwkwkwk
btw, ini for the first time too dia ngomongnya agak serius gitu. Dia kan suka
becanda, kadang kalo ngebecandain anaknya itu sampai anaknya takut. Hue, tapi
serius selama aku di Malang dia nggak becandain, malah supportnya pake kata2
bijak kaya tadi tuh hahaahaha.
Setelah
beliau telepon hampir 1 jam.
Nggak lama
pengumuman juara. Alhamdulillah, I got 4th place (juara harapan 1)
untuk Kalimantan Timur heheheheh, unexpected banget. Padahal sebelumnya ngira
bakal dibawah rangking 20an dari 34 provinsi. Tapi Allah Maha Baik.
SubhanaAllah. Wiwidku temen satu homestay juara 1. Jadi sebelum hari H. Kita
sempet belajar speaking (call in call out) gitu dan itu sangat amat membantu.
Terimakasih wiwidkuuuuu <3<3 abdi kapengen punya calon urang sunda nya’
wkwkwkwkwk cariin asal Cianjur nya’.
Setelah
pengumuman. Aku telepon mama terlebih dahulu. Padahal tau kalau di Samarinda
saat itu sudah jam setengah 12 wkwkwk.
Itupun dia
angkatnya dengan suara berat.
“Ma. Tebak,
ulun juara berapa?”
“Kada
juara.” (Dibecandain lagi)
“Ishhhh
mamaaaaaaa. Ulun juara 4 maaaaaa!! Pulang bawa duit niiiii!!!” (pikirannya duit
mulu, LOL)
“Iyakah?
Yasudah mama ngantuk, dah, Assalamu’alaikum.”
Tut!
Hah??? Serius tuh responnya cuman gituuu? Seriusss??? Ya Allah sedih amat dahhhh L masa nggak seneng gitu anaknya pulang bawa kemenangan? Serius itu mamaa? Akhirnya cek lagi tadi aku habis nelpon siapa dan bener kok… itu mama. Profil picture di kontak aja muka mama.
Terusss????
Kok dia biasa2 aja sihhh?
Yaudahlah.
Langsung balik aja tuh ke homestay.
Di homestay
disuruh istirahat sama bu Tutik. Karena pesawat pagi dan berangkat dari Malang
ke Surabaya itu jam 4 subuh dan sekarang sudah jam setengah satu pagi. Tapi
karena aku masih ga percaya tadi itu mama. Jadilah aku telpon lagi. Tapi nggak
diangket2. Itu seriusss dia nggak berkata2 gitu?? Haaa, Ya Allah.
Jadilah aku
telepon bapak yang kebetulan juga lagi ada di pulau jawa. Alhamdulillah,
keluarga pada neleponin saat itu nanyain kebenarannya. Dan aku masih ga percaya
sama respon mama pada saat itu wkwkw sedangkan respon keluarga seperti bapak,
bude dan bule aja kaget.
Alhamdulillah,
do’a orang tua itu emang daebakkkk dahhhhhhh!!!! (read: daebak itu artinya luar
biasa)))
Jam sudah
menunjukkan pukul 2 pagi. Aku coba cek notif di bbm. Adek aku nulis status
“Alhamdulillah. Selamat ya mbak. Semoga mbak sukses terus kedepannya. Kita
semua bangga.” Kurang lebih seperti itu. Dan…. Tumben ini anak bangun malem?
Sholat malam kali yaaa? Mama pasti sholat malemm, ga mungkin nggak ye.
Yaudahlah,
tidur.
Besok sampai
bandara jam 7 pagi.
Aku coba
cek2 hape. Namun tak kunjung ada pesan ataupun telepon. Bukannya di Samarinda
udah jam 8 pagi yak?
Sambil
nunggu boarding. Aku, Pamela, Lisa jalan2 di Bandara Juanda. Nyari kopi atau
snack karena tadi pagi efek belum sarapan hahaha. Tapi aku sih udah, Pamela
sama Lisa yang belum. Tapi namanya perut, makan lagi dahhh wkwkw.
Nunggu
boarding itu sekitar jam setengah 9. Sedangkan pesawat itu jam 9:45. Jadilah ku
gunain untuk tidur, karena gara2 semalem itu cuman tidur sekitar 2 jam doang.
Alhasil wajah bengkak dan kebetulan lagi pilek waktu itu. Manalagi, akibat
tidur di bus sekitar 2 jam penuh. Mulut ga karuan baunya. Manalagi tadi sebelum
check in minum susu dan sosis. Bayangin nggak tuh? Baunya gimana kannn?
Tapi
ternyata gabisa tidur juga. Alhasil dengerin lagu sambil mikir. Ini mama kok
nggak surprise yaa? Nggak lama akhirnya dia nelepon.
“Bujuran kah
juara 4?”
“Bujuran ma.
Astaghfirullahala’dzim.”
“Siapatau
ikam bedusta. Supaya bikin mama bahagia.”
“Astaghfirullah
ma. Mau ngomong sama bu tutik kah?”
Alhasil
beliau ngomong sama bu tutik. Hahahaha. Bu tutik jadi ketawa2 gitu ngobrol sama
dia.
Akhirnya
telepon dikembalikan.
“Syukurlah
kalau gitu. Yasudah, hati2 semoga selamat sampai pulang. Alhamdulillah, nanti
sampai rumah bacakan doa selamat sama nenek. Hati2 tuh, di pesawat tutupi
telinga. Bawa tidur aja di pesawat sama di travel, banyaki doa. Mama mau kerja
nih. Assalamu’alaikum.”
Padahal tadi
mau nanya kenapa semalem dia nggak surprise gitu? Hahahahaha. Mungkin karena
dia ngantuk yaaa? Ah yasudahlah.
Dipesawat
menuju Balikpapan. Itu perasaan antara sedih dan senang bercampur aduk jadi
satu. Sedihnya, berasa cepat aja tuh berkunjung ke kota Malang dan ketemu mbah
dan keluarga dari pihak bapak cuman 1 hari (karena cuman punya waktu 1 hari
buat free time). Senangnya, nggak sia2 aku belajar 3 tahun, naik angkot 3
tahun, dll. Nggak sia2, perjalanan super panjang ke Samarinda – Malang selama 1
minggu ini. Nggak sia2 Ya Allah. Dipesawat (kebetulan duduk di samping jendela)
berdoa. Ya Allah, next time semoga balik lagi ke Kota Malang. Barengan Mama dan
adek2 deh. Bisa ketemu keluarga yg punya homestay, Pak Suko dan Bu Suko yang
super duper baiknya Naudzubillah. Setiap pagi dan malam dibikinin makan plus
selalu dipeluk dan dicium sambil di doain sebelum pergi ke tempat lomba.
SubhanaAllah, doa seorang ibu itu emang daebak dahhh!!!!
Berdoa dan
bersyukur tiada hentinya.
Nikmat
manalagi yang bisa aku dustakan?
![]() |
| ini waktu lagi di jalan tol dari rumah nenek ke Surabaya-Malang kembali ke tempat lomba |
![]() |
| Habis dari Surabaya langsung ke Batu, Malang. - Jatim Park II- |
Free ke
Malang, jalan2, dapat ilmu, dapat teman baru dari sabang-merauke. Dan semua itu
gratisss tis tisss! Dah subhanaAllah. Allah maha Kaya. Minta apa aja dikasih :p
Alhamdulillah,
di pesawat ngeliat laut Balikpapan. Dan sangat amat bersyukur. Allah kasih
keselamatan sampai di Balikpapan dengan selamat, yeay!
Sampai
rumah. Ternyata beliau bilang kalau sengaja mau bikin aku heran kenapa reaksi
mama kaya gitu wkwkwkwk. Padahal dia nggak bisa tidur tuh sampai subuh.
Ahhhh, I’m
so lucky to be her daughter <3 Hayooo gimanaaa??? Masih mau cuekin mama
kalian gitu ajaa? Padahal jelas2 bagian sukses hidup kita itu ada di doa
beliau. Oh ya, sedikit ngomong nih. Zaman sekarang semenjak ada gadget. Anak2
pada jarang ngomong2 sama orang tuanya. Kadang juga hidupnya cuman.
Sekolah-jalan-pulang-tidur-makan. Jarang talking to her mom, or tell a story to
her or family.
Ntah kenapa
begitu yaa? Pengaruh gadget? Iya sih menurutku. Btw, I’m not using my gadget
often loh guys. Kadang aktifin paket data cuman sekitar 50mb itupun perminggu.
Oh, iyaaa.
After this posted. I will posting about “Ibu VS Gadget” See youuuuuu :D ~~~~




Komentar
Posting Komentar