Langsung ke konten utama

Perempuan Kuat, Menguatkan dan Dikuatkan

Perempuan kuat seperti apa dalam versi kamu?
Bagiku, perempuan kuat itu...

Adalah perempuan....

Yang bisa melakukan apapun yang ia inginkan, mandiri, tidak bergantung kepada orang lain, mengembangkan diri dengan baik, dan yang terpenting tidak menjatuhkan wanita lainnya.

Kenapa? karena era sekarang. Wanita bukannya saling support malah saling bully. Saling sindir-menyindir. Merasa tidak sadar berada dalam lingkaran iri dengki atas pencapaian orang lain. My personal prinsip dari dulu jangan sampai jadi pribadi yang iri dan menjadi dengki atas pencapaian orang lain, kalau sedang iri dengan orang lain. Cara terbaik adalah diam dan tetap support. Sekalipun, mungkin pencapaian kita merasa sebanding namun tak seberuntung dia.

Yang sering kuingat setiap bertemu teman lama. Yang mereka bahas adalah pencapaian orang lain, namun lupa kalau bahasan mereka berbau "Menyindir dan Membully".

Contohnya?

Si A baru saja kerja di bank, si B kerja di Pemerintahan. Kemudian ada yang berkata, "Yaiyalah bisa masuk di Bank, yaiyalah kerja di Pemerintahan. Kan punya orang dalem!"

Yang berbicara demikian melupakan aspek "hide" sesuatu yang orang lain tidak tahu, dari sebuah aspek pencapaian orang lain. Kita mungkin melupakan aspek itu. Karena tidak pernah tau, ada cerita apa yang berada di balik pencapaian orang lain. Yang perlu kita lihat dari pencapaian orang lain adalah saling support dan ikut berbahagia. Karena itu merupakan cara terbaik untuk "MEMBERI SEMANGAT" kepada diri sendiri untuk lebih baik lagi.

Namun sebagian orang melupakan aspek itu. Termasuk saya sendiri kadang. Karena itu tadi, ketika IRI dan DENGKI sudah dominan ketimbang akal sehat. Ketika itu juga, rasanya menilai dirasa hal yang lebih tepat.

Selain itu, menurutku wanita harus mandiri. Sekali lagi, ini menurutku. Wanita harus bisa melakukan sesuatu yang bener-bener beyond their expectations. Maksudnya, melakukan sesuatu yang terkadang bukan ekpektasinya. Aku suka figur-figur mandiri. Di Indonesia, di hidupku. Selain Mama. Ada beberapa wanita Indonesia yang menurut aku keren banget. Ada Bu Sri Mulyani yang menjadi wanita berpengaruh di Indonesia, direktur Bank Dunia. Ada Bu Susi Pudjiastuti yang juga wanita berpengaruh, membawa banyak perubahan untuk Indonesia, salah satunya kontribusinya selama menjadi Menteri KKP. Dan ada Najwa Shihab, yang tegas, lugas, berani mengungkap cerita di balik pemangku kepentingan di Negeri. Sosoknya yang berani, menjadikan saya pribadi sangat suka figur sepertinya yang tak ragu apalagi takut.

Sosok mereka bertiga menurutku benar-benar bisa jadi figur yang menjadi role model untuk anak-anak muda sekarang yang ingin mencari jati diri, mungkin. Ketimbang sibuk menilai pencapaian orang lain, lebih baik kerja,kerja,kerja doing something for your life, bagus-bagus melakukan sesuatu untuk Indonesia. Ketimbang banyak menghabiskan waktu untuk menilai, membully sesama wanita, orang lain ataupun hal lainnya.

https://www.youtube.com/watch?v=Xvcpr5aaqYQ&t=5s



Tuh dengerin kata Mba Nana.


Menurutku juga, wanita jangan takut untuk menunjukkan pencapainnya. Kenapa? karena menurutku. Beberapa wanita, merasa minder atas apa yang ia capai, merasa kurang mampu dan sebagainya. Padahal, dengan menunjukkan pencapaiannya, bisa menjadi suatu cara untuk menyemangati diri dan menjadi obat untuk menjadi pribadi yang lebih percaya terhadap diri sendiri.

Siapa bilang gak bisa? Siapa bilang perempuan tidak bisa maju? Siapa bilang perempuan hanya bisa mengurus rumah tangga? Siapa bilang perempuan tidak bisa membawa perubahan?

Sudah saya sebutkan di atas tadi kan? Beberapa role model di Indonesia untuk dijadikan acuan untuk tetap semangat menggapai keinginan.

Jadi ini merupakan prinsip diri saya sendiri bahwa...


"Jadilah Perempuan Kuat, yang menguatkan orang lain dan juga dikuatkan orang lain." - Dinda Yulia Fatma.



Samarinda, 09 September 2018. 16:00

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibumu Ibumu dan Ibumu

It was when i am 12 years old. Maklum, beliau ga suka di foto hihihihihi Tidak ada yang lebih baik selain do’a ibumu. Percayalah bahwasanya apapun yang kamu inginkan selain meminta pada Allah, minta untuk didoakan dengan Ibumu. Sekarang aku benar-benar ngerasain apa itu do’a Ibu yang benar-benar woahhhhhh!!!!

Indonesian Women : a higher education vs. marriage

How does it feel to be a woman who wants to pursue a higher education in Indonesia? Can be quite challenging for some. There will be quite many text messages or comments in social media asking “When will you get married?” or “why you never post or upload something about a guy?” (like seriously you ask about these stuff?!!) The pressure just come from all the directions, thus if you don’t explode, you are a really high quality woman. When I decided to continue master (and Abroad) some ‘friends’ told me. “Guys will be scared of you.” that’s the first stereotype. The second is, “If you will end up at the kitchen, why should you spend so much time to study?” -First point, I love to cook. But I will not spend my life just for cooking. I have this thing called ‘passion’ to learn. I can’t be categorized as smart, no! I am just very determined and passionate in getting what I want. I love to study here. The more I study, the more I realize that I still know very less. Th...